Kisah Ardi, Relawan yang Sempat Hanyut dan Minta Dipeluk Presiden PKS
Kisah Ardi, Relawan yang Sempat Hanyut dan Minta Dipeluk Presiden PKS
Medan Sunggal — Di balik rompi oranye yang basah oleh hujan dan lumpur, Ardi, relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), nyaris meregang nyawa saat menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di kawasan Medan Sunggal, Kota Medan.
Arus deras datang tiba-tiba ketika ia membagikan makanan kepada pengungsi di atap Masjid Jami’, Jalan Pinang Baris. Tubuhnya terseret air hingga ke sungai.
Dalam gelap dan dingin, Ardi bertahan semalaman dengan berpegangan pada pohon, bersama seorang warga lain yang juga hanyut.
Pagi hari setelah air surut, Ardi pulang. Namun, bukan untuk berhenti. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia kembali berjalan kaki sejauh 17 kilometer menuju posko bantuan karena sepeda motornya tertinggal. Ia kembali membagikan bantuan, seolah rasa takut semalam tak pernah ada.
Namun di balik ketegaran itu, Ardi menyimpan kejujuran yang jarang terdengar. Dalam sebuah momen pertemuan dengan Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, Ardi menyampaikan meminta izin untuk dipeluk.
Permintaan itu menjadi pengingat kuat bahwa relawan, sehebat apa pun pengorbanannya, tetaplah manusia. Mereka hadir untuk menguatkan orang lain, tetapi juga membutuhkan penguatan. Mereka menolong dengan tubuh dan hati, namun sering lupa ditanya, apakah kamu baik-baik saja?
Al Muzzammil Yusuf merespons permintaan Ardi tersebut dan langsung memeluknya. Kisah ini merupakan cerminan bagi semua pihak, bahwa kerja kemanusiaan bukan hanya soal logistik dan aksi cepat, tetapi juga tentang empati, perhatian, dan dukungan emosional bagi mereka yang berada di garis depan bencana.
Kisah Ardi bukan tentang keberanian semata melainkan tentang ketulusan. Tentang seseorang yang memilih kembali membantu orang lain, meski semalam hampir kehilangan nyawa. Dan tentang satu pelukan yang mungkin tak terlihat besar, tetapi mampu menguatkan seorang relawan untuk terus bertahan.
Karena pada akhirnya, relawan bukanlah pahlawan tanpa rasa. Mereka manusia, yang juga butuh dikuatkan.