Mulyadi Muslim: Interaksi dengan Al-Qur’an Harus Naik Kelas

Friday, 20 February 2026 | 13:03
Mulyadi Muslim: Interaksi dengan Al-Qur’an Harus Naik Kelas

Pesantren Al-Qur’an ke-15 yang diselenggarakan oleh Komunitas Cinta Al-Quran Pauh berlangsung khidmat dan penuh semangat di Masjid Raya Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kamis-Sabtu (19-21 Februari 2026). Kegiatan yang digelar selama bulan suci Ramadan ini diikuti sekitar 400 ibu-ibu utusan dari setiap kelurahan di Kecamatan Pauh.

Sebagai salah satu pemateri, Ust. Mulyadi Muslim menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas interaksi umat dengan Al-Qur’an. Menurutnya, hubungan dengan kitab suci tidak boleh berhenti pada sekadar membaca.

“Interaksi dengan Al-Qur’an harus naik kelas. Dari membaca, meningkat menjadi mentadabburi. Tadabbur maknanya merenungi, meresapi, dan menjiwai ayat demi ayat yang kita baca,” ujar Mulyadi di hadapan para peserta.

Kegiatan ini diawali setiap harinya dengan shalat dhuha dan pembacaan Al-Ma’tsurat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang diselingi ice breaking serta pemberian reward untuk menambah semangat peserta. Lima materi utama yang disampaikan meliputi psikososial, tadabbur Al-Qur’an, totalitas beribadah di bulan suci Ramadan, akidah yang lurus, serta kembali kepada fitrah.

Para pemateri yang hadir antara lain dr. Fitria Heny, Ust. Mulyadi Muslim, Ustadzah Salhayani, Ust. Rahmadi Kurnia, dan Ust. Akmal Ahmad.

Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an harus diimani, dibaca, ditadabburi, diamalkan, dan dihapalkan. “Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Ketika kita memulai aktivitas dengan basmalah, kita sedang memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT. Basmalah mengajarkan bahwa Allah Maha Pengasih kepada seluruh makhluk-Nya dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman,” jelasnya.

Ia turut mengutip firman Allah dalam Q.S. Adz Dzariyat ayat 56 bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena itu, menurutnya, perbaikan ibadah harus menjadi prioritas utama, terutama shalat sebagai tiang agama.

“Perbaiki shalat, karena shalat adalah pertemuan seorang hamba dengan Tuhannya,” tegasnya, seraya mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan pemahaman dalam setiap ibadah.

Pesantren Al-Qur’an ke-15 ini juga dihadiri oleh perwakilan Gubernur yang diwakili Sekretaris Daerah, anggota DPR RI, anggota DPRD Kota Padang, serta unsur MUI Kota Padang. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti dukungan terhadap upaya membumikan Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat.

Mulyadi berharap, melalui kegiatan ini akan terbentuk kelompok FGD kajian Al-Qur’an mingguan yang berkelanjutan. Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menanamkan pendidikan berbasis Al-Qur’an kepada anak-anak mereka serta mengajak seluruh anggota keluarga untuk semakin akrab dengan kitab suci.

“Ramadan adalah momentum kembali kepada fitrah. Mari jadikan Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tetapi cahaya yang menuntun setiap langkah kehidupan kita,” pungkasnya.